Lima jasad terbakar ditemukan di Maroko

Sumber gambar, AP
Lima jasad hangus terbakar ditemukan di sebuah bank yang dibakar dalam unjuk rasa anti pemerintah Maroko hari Minggu.
Menteri Dalam Negeri Maroko Taib Cherkaoui mengatakan jenazah itu ditemukan di Al Hoceima.
Selain itu dikatakan 129 orang lain yang kebanyakan adalah petugas keamanan, mengalami luka-luka.
Aksi protes hari Minggu di berbagai kota melibatkan sekitar 37.000 orang, demikian dikatakan kantor berita AP.
Dia mengatakan para pengunjuk rasa di Al Hoceima dan kota lainnya bersikap damai namun tindakan vandalisme dan penjarahan terjadi sesudah unjuk rasa.
Para pengunjuk rasa menuntut Raja Mohammad VI menyerahkan sebagian kekuasaannya.
Sejauh ini belum ada konfirmasi independen mengenai jenazah di Al Hoceima itu dan tidak jelas bagaimana mereka meninggal.
Aksi protes menjalar di kawasan sejak gerakan rakyat di Tunisia dan Mesir menggulingkan presiden kedua negara.
Ekonomi bagus
Namun sejumlah pengamat menyebutkan berbeda dengan negara-negara Arab lainnya yang dilanda gejolak, ekonomi Maroko bagus dengan anggota parlemen yang dipilih dan kerajaan yang bersikap reformis sehingga tidak terlalu rawan menghadapi pergolakan besar.
Mantan wartawan BBC di Maroko Richard Hamilton mengatakan aksi unjuk rasa secara berkala diizinkan dan pemerintah berjanji meningkatkan subsidi makanan sebesar dua kali lipat.
Namun Hamilton mengatakan masalah di bawah permukaan sudah mengintip, dengan jumlah penduduk berusia muda yang cukup besar.
Banyak diantara mereka yang miskin dan menganggur.
Jurang kaya miskin dilukiskan oleh seorang pengamat sebagai kondisi yang "memalukan" dan pemilihan anggota parlemen dikatakan pengkritiknya seolah-olah menutup-nutupi sistem politik yang tidak demokratis.
Raja Mohammad adalah anggota dinasti Alawit yang sudah berkuasa sekitar 350 tahun dan mengklaim sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad.





























